Ga Pamer Berarti Ga Eksis…

13 Feb 2012

Beberapa hari ini hatiku rada sedikit geli dengan perilaku cewek labil di jejaring sosialnya, baru 2 minggu kerja (yang katanya) pegawai bank, sudah merasa dirinya hebat dan seolah dia sendiri yang bisa menikmati hura-hura dan menganggap orang lain ga pernah merasakan hal yang sama. Sedikit heran sebenernya siapa yg dibidiknya untuk dipameri di jejaring social itu, meski secara pribadi aku sangat mengenalnya dan keluarganya yang memang selalu berlaku serupa, tetap saja geli acap kali ga sengaja melihat ulahnya di social media tersebut. kalo aq sih ga terlalu musingin perilaku labil dan terkesan kampungan itu, gmn ga saya berpendapat seperti itu, jalan di mall difoto, makan difoto, belanja sabun difoto, cuma BAB aja yg ga difoto kali, semacam orang ga penting saja tuh cewe ?

Sebenarnya apa sih alasan seseorang berlaku demikian, bukankah hal yang demikian bisa membuat pemikiran dan pandangan orang yang membaca update di jejaring sosial tersebut terhadapnya semakin memburuk? jika aku berpandangan seperti itu terhadapnya, bukankah orang lain kemungkinan juga berpikir yang sama? jadi apakah yang dia inginkan dan kepuasan seperti apakah yang didapatnya usai membuat status yang mendiskreditkan seseorang ataupun usai mengunggah foto unjuk giginya?

Belum lagi update status yang gak penting seperti; lagi maem, yank…ku kangen, pengen beol, kok gak ngantuk, bt banget, pengen mati, ohh god dan sebagainya yang kalau dipikir-pikir terserah lo aja deh! (apa yang mau dikomentari ^_^).

Dari sinilah mungkin benar apa yang dikatakan pengamat media sosial, bahwa kejahatan yang sering terjadi lewat jejaring sosial ini memang karena ulah mereka sendiri. Pamer kekayaan, kemolekan tubuh, ingin selalu diperhatikan sampai haus pujian dan jempol atau sehingga orang yang tidak dikenalpun dijadikan teman.
Fenomena jejaring sosial memang bermacam-macam, mungkin tanpa kita sadari ajang pamer ini sudah menjadi candu (gak pamer berarti gak eksis), mungkin juga banyak pengguna jejaring sosial yang sudah kecanduan media sosial. Kalau sudah seperti ini, aku juga bingung sebenarnya “Facebook Ajang Bersosialisasi atau Pamer Diri?”.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post